02 Februari 2012

UPGRADING PEMUDA KOPERASI


BKPK DEKOPINWIL DIY, Yogyakarta - Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan wawasan dan bekal kepemimpinan bagi para pemuda penggerak koperasi. Sehingga sasaran kegiatan ini diarahkan kepada kader Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dan Koperasi Siswa (KOPSIS) yang ada di provinsi DIY.

Agar tercapainya tujuan pelaksanaan kegiatan, BKPK DIY telah melakukan perencanaan sedemikian rupa dalam bentuk penyusunan TOR kegiatan sebagai acuan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Penyusunan TOR ini didasarkan pada nama program yang tertuang dalam DIPA tahun anggaran 2011 serta realisasi kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Pemetaan posisi dan peran pemuda koperasi menjadi suatu yang urgent dalam rangka ikut berpartisipasi dalam kancah perekonomian nasional. Dengan mengetahui perannya sejak awal, maka diharapkan para pemuda dapat menyiapkan diri sedini mungkin. Sehingga setelah menyelesaikan proses studi para pemuda dapat langsung terlibat aktif di masyarakat.

Untuk itu pada tahun ini kegiatan Upgrading Pemuda Koperasi mengambil tema “Optimalisasi Peran Pemuda Pada Kancah Perekonomian Nasional”. Kegiatan ini diisi dengan talksahow, pelatihan kepemimpinan, AMT, dan enterpreneurship.

13 Januari 2012

TEMPO.CO- Imlek Datang, Perajin Lampion Kewalahan


TEMPO.CO, Yogyakarta-Imlek tak hanya memberikan rejeki kepada pedagang kue keranjang, jeruk maupun baju. Di Yogyakarta produsen Lampion bahkan harus menghentikan pesanan karena pesanan sudah melebihi kapasitas produksi.


“Kami terpaksa menolak sejumlah pesanan karena sudah ‘mentok’ produksi,” kata Wira Sutirta, pemilik usaha Jogja Lampion yang memiliki tempat produksi di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta kepada Tempo, Rabu 11 Januari.

Diakui Tirta, usaha pembuatan lampion di wilayah DI Yogyakarta saat ini masih sangat jarang, paling hanya 1-2 yang eksis. Sehingga harus jauh-jauh hari pesannya agar kebagian. Padahal pasarnya sangat terbuka. Buktinya adalah meski Perayaan imlek 2563 kali ini jatuhnya masih pada 23 Januari nanti, tapi perusahaannya sudah menolak pesanan. Ia sadar diri untuk tidak menerima semua pesanan demi menjaga kualitas barang tidak asal-asalan karena kejar target.



Sejak pekan ini, Jogja Lampion sudah tidak menerima pesanan lagi karena order sudah 1000 buah lampion. Pesanan itu datang dari Jakarta, Palembang, Surabaya, hingga kota besar lain di Indonesia. Pada hari biasa, pesanan lampion hanya berkisar di angka 100 buah. “Kalau memakai lampionnya pas hari H atau setelahnya ya kami layani. Tapi orang kan biasanya ingin memasang seminggu sebelum perayaan agar uansanya dapat, itu yang kita tidak bisa. Sudah full,” kata Wira yang memiliki 11 karyawan ini.


Proses pengerjaan lampion sendiri sebenarnya sangat sederhana. Bahan yang dibutuhkan juga tidak terlalu sulit didapat seperti kain parasit dan rotan. Namun, keberadaan alat produksi khususnya cetakan untuk membuat lampion memiliki presisi sempurna kadang masih terbatas jumlahnya. Pesanan yang banyak diminta adalah lampion dengan ukuran ketinggian mulai 30 -100 sentimeter dengan berbagai bentuk dan model. Harganya berkisar mulai dari Rp 40 ribu- Rp 400 ribu per biji. Pada tahun naga air ini, lampion berhias lambang naga sebagai kekuatan banyak menjadi primadona, mulai dari bentuk bulat hingga persegi.


Lain lagi dengan permintaan Lampion Terbang (Sky Lantern). Permintaan lampion yang sering disebut ‘lampion pengabul doa’ itu harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya karena bahan bakar yang dipakai (lilinn) harus impor. “Sampai saat ini belum menemukan yang jual lilin khusus lampion terbang itu, yang panas tapi ringan,” kata dia.


Harga lampion terbang ini berkisar Rp 40-60 ribu untuk ukuran dibawah satu meter. Kemampuan waktu terbang ketika sumbu mulai di sulut hingga mati ketika di atas dengan lilin khusus ini sekitar lima menit.
“Lampion terbang permintaannya tak begitu meningkat karena di Indonesia barang ini belum jadi suatu tradisi menyeluruh, hanya beberapa pihak seperti instansi saja yang memakai,” kata dia.


Keberadaan lampion terbang untuk memeriahkan imlek di Yogyakarta sendiri salah satunya dilakukan oleh pihak Taman Pelangi yang berada di Kompleks Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada malam perayaan nanti.


Direktur Taman Monjali Benny Zugita menuturkan, puluhan lampion terbang akan menjadi bagian perayaan imlek sekaligus menjadi atraksi untuk menyemarakkan perayaan di Taman Pelangi yang baru dibuka Desember 2011 lalu. Di Taman Pelangi Monjali sendiri ada puluhan lampion raksasa dalam berbagai bentuk hewan yang membuat kawasan monumen perjuangan itu serasa merayakan ‘imlek’ setiap hari.


PRIBADI WICAKSONO

20 Agustus 2011

TANGKAS TERAMPIL PERKOPERASIAN TINGKAT NASIONAL 2011




Tangkas Terampil Perkoperasian merupakan salah satu agenda Jambore Nasional Pemuda Koperasi 2011 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta tanggal 10-14 Juli 2011.

Pada kegiatan ini propinsi DIY mengutus tim dari SMAN 1 Bantul. dan menjadi juara harapan II. Berikut ini nama siswa tersebut:
1. Vella Anggun Hermaningsih
2. Novitasari Tri Haryanti
3. Anita Widyastuti

18 Agustus 2011

JAMBORE NASIONAL PEMUDA KOPERASI 2011




Jambore Nasional Pemuda Koperasi adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan BKPK DEKOPIN. Kegiatan ini melibatkan kontingen dari seluruh Indonesia yang terdiri dari unsur pemuda (siswa dan mahasiswa). Sebagai mana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2011 BKPK Wilayah DIY mengirim 1 kontingen sebanyak 10 orang yang terdiri dari perwakilan sekolah dan perguruan tinggi se propinsi DIY. Mereka yang diutus adalah :
KONTINGEN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
JAMBORE NASIONAL PEMUDA KOPERASI 2011
Jakarta, 10-14 Juli 2011

1 FAUZIAH OKTAVIRA HAYATI (P) UGM
2 ANGGITA LARAS PRATAMA (P) UNY
3 NURMA SAKTIYAS (L) UNY
4 MUSTAKIM (L) UIN SUNAN KALIJAGA
5 MAULANA FIQI ILHAMI (L) UIN SUNAN KALIJAGA
6 MAYA YULI ARISMA SARI (P) SMAN 1 PAKEM
7 MEILANI (P) SMK SANJAYA PAKEM
8 VELLA ANGGUN HERMANINGSIH (P) SMAN 1 BANTUL
9 ANITA WIDYASTUTI (P) SMAN 1 BANTUL
10 NOVITASARI TRI HARYANTI (P) SMAN 1 BANTUL



Kegiatan ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta pada tanggal 10-14 Juli 2011. Pada event ini kontingen DIY berhasil menjuarai beberapa perlombaan yaitu;

- Juara Terbaik Lomba Pentas Seni Budaya
- Juara Terbaik lomba slogan koperasi
- Juara II Lomba Pidato Bahasa Inggris
- Juara Harapan I Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian
- Juara Harapan II Lomba Karikatur Perkoperasian

Prestasi yang baik ini disambut dengan antusias oleh Disperindagkop & UKM Propinsi DIY. Sehingga pada malam tirakatan tanggal 16 Agustus yang bertempat di kepatihan, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyerahkan trophy kepada para pemenang.

Pada tahun 2012 ini, kegiatan Jambore Nasional Pemuda Koperasi direncanakan akan dilaksanakan di Pulau Kalimantan. Kita doakan bersama semoga BKPK Wilayah DIY dapat mengirimkan kontingen kembali... Aamiin...

WIRA SUTIRTA
BKPK(Badan Komunikasi Pemuda Koperasi)
Wilayah DIY

17 Mei 2011

PELATIHAN PRODUCK KNOWLEDGE ANYAMAN, SULAM DAN BORDIR


Pagi itu sekelompok ibu-ibu separuh baya tampak berkumpul melingkar rapi di sebuah ruangan berlantai dan berdinding kayu. Mereka asyik bercengkerama dengan bahasa dayak (Red-bahasa daerah setempat). Raut muka meraka menampakkan aura semangat dan penuh rasa optimis. Tak lama berselang, seorang laki-laki bermata sipit dengan tubuh sedikit tambun datang menghampiri, beliau adalah Drs. Jhony Juce sekretaris disperindagkop & UKM Kutai Barat. Tak lama kemudian acarapun dimulai.

Kegiatan ini adalah pelatihan Produk Anyaman Bambu yang diperuntukkan bagi masyarakat binaan PT Pama Persada Nusantara. Pelatihan ini berlangsung selama empat hari (11-14/5/2011), bertempat di ruang Training LPB PAMIDA Jl. Trans Kaltim RT III No. 50 Kampung Muara Lawa, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Untuk informasi pelatihan silakan menghubungi TIM Yogyakarta HP. 0815 68448138, 0817 465790 a/n wira.